Saturday, June 2, 2007

Man & Animal

Konon di negeri India dulu terdapat seseorang yang hidup di hutan dan dibesarkan oleh sekelompok serigala. Orang tersebut samasekali tidak dapat berbahasa karena ia tidak bisa mengenal atau mendengar orang berbahasa, sehingga akhirnya hanya melolong seperti serigala saja yang dapat dilakukannya.

Itulah argument kaum structural yang menyatakan bahwa bahasa itu merupakan faktor kebiasaan. Menanggapi hal tersebut, beberapa ahli yang kemudian disebut sebagai kaum transformasionalis berpendapat bahwa dapat berbicara atau tidak itu juga karena faktor warisan (innate). Kata mereka jika bahasa hanya merupakan faktor kebiasaan, ajari saja simpanse dengan metode drill and pratice seribu kali sehari, kemudian lihat apakah dia bisa berbicara atau tidak….?! 

No comments:

Post a Comment